• Anggun Arianto, kenalan yok same admin Anak Rantau Batu Ampar.

    Haiii... Sahabat, kenalkan name saye Anggun Arianto, sering di panggil Anggun, tapi kadang biase pake nama Rian kalau pas agek siaran di Radio, saye lahir 25 tahun lalu tepatnya 26 Oktober 1992...

  • Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya (Catatan Kecilku )

    Pulau Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat Batu Ampar Tempoe Doeloe Batu ampar dulunya adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam kabupaten pontianak (sekarang mempawah) kemudian ....

  • Forum Mahasiswa di Kecamatan Batu Ampar

    Forum Komunikasi Mahasiswa atau di singkat FKM adalah sebuah Organisasi yang didirikan oleh Mahasiwa yang berasal dari Desa Teluk Nibung Kecamatan Batu Ampar, dimana Organisasi ini pada awalnya di Inisiasi oleh 10 Orang pendiri yang berkeingingan sama memberikan sesuatu yang lebih terhadap kampung halaman

  • Dari Langit Batu Ampar

    Daerah Kecamatan Batu Ampar adalah sebuah daerah Pegunungan Gambut, ketinggian Gunung atau bukit bervariasi.

  • Woww ternyata...Hutan Mangrove di Batu Ampar Satu Diantara yang Terlengkap di Dunia

    Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Hutan mangrove yang berada daerah pesisir Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, merupakan satu diantara jenis hutan mangrove yang terlengkap di dunia....

  • Batu Ampar dan Pesona Kecilnya Bagian 3

    Melihat Keindahan dan Eksotika sudut Batu Ampar.....

Showing posts with label Cerita Anak Desa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Anak Desa. Show all posts

Tuesday, May 26, 2020

Muara Kubu, Pesona Pesisir Pulau Kalimantan


Muara Kubu (26/05/2020) - Saat lebaran telah tiba, ada sebuah rutinitas di Id.Fitri yang berat untuk ditinggalkan bagi perantau, khususnya perantau dari Batu Ampar, yaitu Mudik atau Pulang Kampung istilah kerennya.
Jika Mudik atau Pulang kampung  sebagian orang menggunakan beberapa alternatif menuju kampung halaman diBatu Ampar, salah satunya Motor Klotok.
Saya sendiri mudik tahun ini menggunakan motor klotok, berangkat jam 1 siang dan sejak saya menulis ini posisi saya masih dimuara kubu.

Ya Muara Kubu, setiap orang yang hendak menuju Batu Ampar baik yang menggunakan motor klotok seperti saya atau speed boat pasti tidak akan ketinggalan melewati Muara Kubu, Muara Kubu Sendiri adalah muara pertemuan antara sungai Kapuas dan Laut...
Ketika melewati Muara Kubu Kita disajikan dengan pemandangan Alam yang tak kalah mempesonanya, walaupun saya sendiri sering melewatinya tapi tak jenuh rasanya menikmati pemandangan yang tersaji diMuara Kubu.
Sunset yang terlihat dari dalam kapal 

Hamparan laut, yang tepiannya hijau oleh pohon bakau, didampingi oleh deretan gugusan pulau-pulau tak berpenghuni, selain itu berdiri tegak melawan ombak kecil jermal-jermal milik nelayan yang setiap harinya digunakan untuk mencari hasil laut.
Di Muara Kubu juga Kita bisa melihat langsung kebesaran Allah yang tercantum dalam Al-Quran dimana dua Laut yang tak pernah bersatu.
Jika ingin tambahan torehan keindahan Muara Kubu, kita dapat menikmatinya Takala sore hari, sunset yant terbit di ujung laut muara kubu membalut keindahan setiap perjalanan.
Kapal penarik dan ponton yang lalu lalang di muara Kubu

Saya sendiri karena posisi berada disebelah kiri kapal, jadi sulit untuk mengabadikan perjalan kali ini, namun ada beberapa jepretan foto kamera yang sedikit menggambarkan keindahan Muara Kubu.
Bagi yang penasaran bisa menikmati sendiri langsung diMuara Kubu, pembaca bisa menggunakan kapal klotok sewaan atau menggunakan speed boat, bisa juga sekalian yang suka memancing dilaut mungkin bisa menjadikan Muara Kubu sebagai Spot terbaik untuk dinikmati.

(Anggun Arianto)

Saturday, April 4, 2020

Ikut cegah Corona Remaja Setia Baru 21 lakukan penyemprotan

Setia Baru (4/4/2020) - Beberapa pemuda yang mengatas namakan REMAJA SETIA BARU 21 yang terdiri dari Febrianto, Riyanto Arian, Sumisno Arya Saputra, Giran Doank, Susanto juga terlibat dalam melakukan pencegagahan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat di wilayah tempat tinggal mereka.

Hal ini mereka lakukan atas dasar keprihatinan akan semakin merebaknya wabah covid-19 yang juga dikhawatirkan memasuki wilayah perkampungan seperti wilayah Dusun Setia Baru, Desa Teluk Nibung, karena dusun ini sebagai salah satu dusun yang banyak lalu lalang orang dari pusat kecamatan ke beberapa dusun lain di wilayah Batu Ampar, yang tidak bisa dipungkiri, banyaknya orang yang melintasi Dusun Setia Baru dan dikhawatirkan bisa menjadi  salah satu orang yang membawa covid-19.

Remaja Setia Baru 21 (Febrianto, Riyanto Arian, Sumisno Arya Saputra, Giran Doank, Susanto, Kukuh)

Menggunakan tangki semprot yang biasa digunakan untuk menyemprot tanaman di kebun atau ladang mereka berkeliling kampung untuk melakukan penyemprotan
Penyemprotan disalah satu rumah warga

Pembuatan DisInfektan dan pengisian ulang dalam tangki semprot yang digunakan

Walaupun dalam perkembangannya penggunaan DisInfektan masih jadi perhatian dari lembaga kesehatan terkait fungsinya dan keamanannya, tapi demi minimalisir dampak covid-19 mereka lakukan secara sukarela. (Aa)

Tuesday, December 4, 2018

Harga Kopera Jatuh, Beberapa elemen Masyarakat mendatangi DISPERINDAG, ini hasilnya.



Selasa 4 Desember 2018 -Aliansi Anak Petani Kopra.
-
Bersama bapak Junaidi selaku camat Batu Ampar, bapak, H Efendi selaku tokoh masyarakat sekaligus petani kopra, serta bapak H Mustafa sebagai tokoh masyarakat Kecamatan Batu Ampar hadir dan berkunjung ke Disperindag provinsi Kalimantan barat.

Dalam pertemuan tersebut disambut penuh oleh pihak Disperindag provinsi Kalbar, dan diwakili oleh kepala bidang Luar negeri disperindag dalam penyambutan tersebut.

Berikut hasil yang didapat kan dalam diskusi tersebut.

1. Pihak Disperindag akan membuat jadwal pertemuan antara dinas Disperindag, pemerintah terkait dan masyarakat petani kopra serta menghadirkan perusahaan kelapa yang ada  dikalbar.
Dalam jangka waktu Desember ini.

Dalam pertemuan ini akan di sampaikan secara langsung oleh semua pihak terkait apa menjadi masalah anjloknya harga kopra, serta solusi apa yang akan di ambil untuk keberlanjutan nasib petani kopra.
Info: 0896-1820-9620 Imran

Wednesday, October 31, 2018

4 hal ini yang bikin Rindu Batu Ampar, menurut kamu??


Daerahnya

Nah ngomongin daerah, nih kenapa bikin Rindu karena Batu Ampar walaupun jauh jarak tempuhnya baik dari ibukota kabupaten atau provinsi, tapi setiap perjalannya akan disuguhkan dengan keindahan aliran sungai panjang, kemudian melalui lautan yang dihiasi dengan bukit-bukit kecil serta banyaknya jermal-jermal.

Sesampainya di Dermaga Desa Batu Ampar langsung disambut dengan deretan perbukitan dengan tinggi beragam dari 200-1000 Mdpl, yang masih nampak hijau.


Tak lupa juga deretan rumah-rumah masyarakat yang mulai berjejer ramai memenuhi tepian muara Batu Ampar.
Nah selain itu juga Daerahnya menyajikan beragam potensi Wisata diantaranya ada Wisata Bukit kamu bisa mendaki beberapa bukit di Batu Ampar, salah satunya yang bikin Rindu adalah Bukit/Gunung Bungkuk, dengan ketinggian berkisar 1000Mdpl, kamu bisa menikmati Pulau Batu Ampar dari ketinggian.
Pantainya yang dirindu ada pantai Tasik dan deretan pantai di Desa Padang Tikar, serta pantai Tanjung Manggis, untuk menempuhnya perlu tantangan tersendiri dan ini yang menjadikan nikmatnya perjalanan menuju beberapa titik wisata pantai di Batu Ampar.

Masyarakatnya
Ngomongin Masyarakat Batu Ampar nih terdiri dari beragam suku dan agama, disana ada Suku Melayu, Jawa, Bugis, Cina, Madura dan berbagai suku yang lainnya, tapi walaupun berbeda-beda suku ketika kita disana kita akan merasakan keramahan Masyarakatnya, apalagi kalau udah masuk ke desa-desa bisa tanyain sama mahasiswa yang pernah ppl di daerah sana kesannya untuk membuktikan, dan bagi kita sendiri ini yang bikin kita rindu. hehe

Makanannya
Nah Ngomongin makanan juga dengan letak Batu Ampar yang berbatasan dengan laut dan sungai menjadi kan Batu Ampar kaya potensi hasil laut diantaranya ikan-ikan segar, kepiting baik laut maupun , sungai hingga kepiting bakau yang dibudidayakan, atau hasil olahannya ada Ikan asin, belacan/ terasi, cencalok dll.
Nah selain itu disana banyak juga masyarakat yang bercocok tanam, jadi kamu bisa menikmati beragam olahan hasil pertanian, misal yang paling terkenal adalah Salai Pisang, dan beragam makanan/kue yang bisa dinikmati.


Budayanya
Nah karena kondisi Masyarakat yang beragam di Batu Ampar otomatis budayanya juga beragam, yang paling di rindu adalah ada budaya jawa kuda lumping, janengan, dll.

Nah kira-kira adap lagi ndak yang bikin rindu????

(Anggun Arianto, SE)

Thursday, October 25, 2018

"Asa itu ada", catatan 26 Tahun Anak Desa...

Indonesia adalah negara yang disatukan dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, seberapa jauh jarak antar setiap anak negeri ini mereka memiliki ikatan tersendiri sebagai bangsa yang satu, begitu juga aku.
-
Aku terlahir di sebuah pojok salah satu pulau di Indonesia, Borneo namanya, Kalimantan Orang menyebutnya, saya merasakan bagaimana perjuangan Anak Bangsa pasca kemerdekaan, meredeka secara tatanan berbangsa tapi sebenarnya hidup yang dilalui diatas tanah ini masih harus terus diperjuangkan.
-
Karena sekarang, masih banyak kepala-kepala penjajah, pengeruk keuntungan untuk pribadi melalu jabatan, melalui uang. Memeras kaum yang lemah hingga tulang tak lagi mampu menopang daging dan kulit, hingga keringat telah mengering dan akhirnya tercekik oleh pusaran tuntutan kehidupan yang semakin kesini semakin menjerat.
-
Bagaimana bisa jika rakyat anak negeri ini berdiri di tanah sendiri tapi terasa seperti berdiri ditanah asing, berton-ton emas dikeruk dibawa ke luar negeri, sedangkan anak negeri diseberang kolam emas itu tak berpakaian.
-
Bagaimana bisa jika anak negeri yang mempunyai laut yang luas harus berhadapan dengan jeruji, antara memilih mati dilautan atau didaratan yang tak bisa lagi memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhan, dimana nilai hasil laut harus tergerus dengan hasil-hasil dari kapal-kapal asing.
Bagaimana bisa Padi yang ditanam, rumput yang dipanen, menanam ditanah sendiri tapi beras tanah orang yang dinikmati, kemana beras kami?, harganya tak sebanding dengan perjuangan menanam, menunggu hingga padi itu menguning kemudian memanen, mereka tak mengerti dari sebulir Padi yang dipanen ada pengorban waktu, uang dan tenaga, hingga kemudian segala kemungkinan  kegagalan menuai hasil penanaman menghadang didepan mata, tanpa ada dispensasi
dari kepedulian para pemimpin negeri.
-
Aku merasakan bagaimana perjuangan sebagai petani, sebagai anak petani, asaku menempuh pendidikan lebih tinggi bukan hanya sekedar untuk gengsi atau mencari keuntungan pribadi.
Hanya saja aku sekarang mencari jalan untuk pulang, mengubah dan membuat perubahan yang lebih besar, Ilmu hanya sekedar tulisan aksara dalam buku, kemudian disampaikan dalam ruang kelas 4x5 meter, namun bagaimana kita menerapkan setiap bait tulisan ilmu pengetahuan dala segi kehidupan.
Bangsa ini jika tak ada yang peduli lagi maka bersiaplah kita terhapus dari peta dunia, mari kita ganti mereka-meraka yang ubannya telah memutih tapi masih gila akan jabatan, mari perjuangkan asa rakyat Indonesia, asa itu masih ada, masih bisa diperjuangkan.
-
Tinggal bagaimana kita memulai tanpa berharap mengakhiri hingga kemudian pemilik tanah (Sang Khalik) yang menentukan kapan semua ini berakhir.
Asa itu masih ada, anak cucu masih menanti, mereka tak akan sadar bagaimana perjuangan kita sekarang, sebagaimana kita takan sadar bagaimana perjuangan bapak-bapak bangsa yang rela mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan Negara Indonesia.
-
Jangan biarkan bangsa ini makin terpuruk oleh orang-orang yang sekedar memunuhkan perut sendiri, memenuhkan kocek dan dompet, tanpa peduli bagaimana takala selembar kertas bertambah dalam dompetnya, sepiring nasi dalam perutnya mengorbankan keringat, darah bahkan tidak segan nyawa.
Indonesa Butuh Pengorbanan Anak pertiwinya, sudah saatnya yang berpena dan berbuku angkat pena dan bukunya, yang bebaju lengan panjang melipat baju lengannya, bersama saling bahu membahu membangun negeri ini, menopang negeri yang perlahan mulai rapuh karena ulah manusia tak beradab dan berakhlak.
-
Mulailah dengan apa yang ada di depanmu, apa yang ada di atasmu dan apa yang ada di samping dan belakangmu,mulai dengan caramu, dan mulailah dari sekarang, tanpa kata "anu".
-
-
(Anggun Arianto, SE)
Ketua Pemuda Mujahidin Kalimantan Barat.
Eks.Wakil Presiden Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNTAN.
Eks.Ketua Remaja Mujahidin KalBar
Eks.Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Desa.
Admin Anak Rantau Batu Ampar.

Saturday, October 20, 2018

Anggun Arianto, kenalan yok same admin Anak Rantau Batu Ampar.

Nih kamek pas agek di atas Desa Teluk Nibung di Gunung Bungkuk tahun 2017
Haiii... Sahabat, kenalkan name saye Anggun Arianto, sering di panggil Anggun, tapi kadang biase pake nama Rian kalau pas agek siaran di Radio, saye lahir 25 tahun lalu tepatnya 26 Oktober 1992, disebuah daerah di tepian pulau Kalimantan Barat, kalau yang tau name Dusun Bangun Harjo, Desa Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
-
Saye lahir sebagai anak petani Bapak Petani, Emak Petani, 3 bersaudare saye anak ke 2, nah tige2nye ade diPontianak semue, mungkin sisa saye atau adek saye yang nak ngalah siape nak tinggal dikampung hehe, saye Asli keturunan Jawa, tepatnya Bapak asli orang Jawa Tengah (Kebumen) Mamak juga sama, cuman mamak nih dah lama tinggal di Kalimantan jadi ya saye ngapak2 gitu lah haha..
Tapi ngape pulak kalau ngomong same nulis pake bahasa melayu?, ye lah kala pake bahasa ngapak emang yang baca ngerti ape?
"mulane nyong anggo melayu men keneng di waca", (nah ngerti ndak? hheheh).
Ya udah ya gak usah dipermasalahkan tentang bahasa walau berbeda-beda satu jua, Merdeka!!! (hehehe).
Lanjut ye...
-
Nah waktu SD sampe SMP dikampung waktu tuh SDnye masuk SDN 10 Sidodadi, 6 tahon disana, Alhamdulillah pintar pulak(eakkk sombong sikit tak ape kan? hehe), ngape ndak e, kelas 1 sampe kelas 6 juara kelas teros, setelah tuh lulus SD masok Madrasah Tsanawiyah swasta, name e MTS.S Serbaguna Bangun Harjo, nah di MTS nih lah bener saye dapat banyak motivasi hingga saye sekarang bise nulis (haha), 3 Tahun di MTS Same gak macam SD, Alhamdulillah akademik tak banyak berubah, masih dapat rengking 1 atau 2 lah dari kelas 1 sampai 3, habes selesai di Tsanawiyah saye beranikan diri merantau ke Pontianak, waktu tuh bingung yak nak masok ape, setelah nengok ade kawan sekampong yang masuk Aliyah di Pontianak, saye pon tertarek gak, akhernya saye ngikut seleksi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak, dan Alhamdulillah lulos pulak tuh, tak nyangke saye hahaha...
-
Owh iye waktu MTS Saye dah ngikut2 organisasi akhir e jadi ketua OSIS, nah pas Aliyah nih same gak saye ngikut2 Organisasi sekolah, akhirnye jadilah saye ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) (itu tuh mirip kayak MPR bahh), awal e nak jadi OSIS eh Qodarullah pas seleksi tak lulos.
Masalah prestasi diAliyah tak tau ngape ye, agak turon pulak tuh ndak kayak SD atau Tsanawiyah, mungkin karena faktor banyak kawan2 nih yang makan gizinye lebih banyak dibanding saye yang dari kampong haha, jadi agak bebal  hahaha..
-
Nah tahun 2011 saye lulos MAN 2 Pontiak, awal mulenye saye disuroh balek kampong sama orang tua, kate dah lah cukup diPontianaknye balek jak ngangon sapi, nah kamek pon mikir agek bukan gak nak malas balek kampong atau dah terlalu nyaman di kote, tapi mikir baru 3 Taon di Pontianak kalau saye balek masih belom bise ngape-ngape, same gak kalau lama-lama dan jaoh-jaoh ke Pontianak sekolah ujong2nya balek cuman ngangon sapi, akhirnye saye punye tekad saye ndak mau cuman sampe sinik, saye harus lebih, saye harus kuliah, karena dikeluarga besar dari nenek sampai uwak dan bibi semua belum ade yang sampai sarjana, waktu itu dikampong pun kuliah tuh rase mahal benar.
Akhirnye saye cobe-cobelah daftar kuliah, eh sebelumnye waktu MAN 2 tuh saye ikut gak Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNAM PTN) waktu tuh saye milih kulih di pertanian IPB mungkin karena saking tingginye pilihan tadak gak lolos, haha mang bukan rejeki gak, habes luluso daftar lah SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) nah kalau sebelumnya tanpa ujian kalau yang ini pake ujian.
Waktu tuh saye dapat 3 pilihan, saye milih Jurusan PGSD, Pertanian dan Ekonomi, padahal saye ngindarkan MTK rupe lulosnya di Ekonomi tepatnya Ekonomi Pembangunan atau IESP, dah lah dari pada tadak sama sekali keterima di UNTAN, karena waktu itu mang masok UNTAN nih tak mudah haha elite sikit lah, pas keterima pun heboh dikampong soale nyaman yak bisa masuk ke UNTAN.
Eh tapi bukan maksudnye pasrah ye, tapi mang saye yakin ini jalan terbaik lagian pon itu keinginan.
-
Kuliah nih macam SD kalau ndak cepet-cepet di urus, waktu itu sisa 2 hari lagi saye 6 tahun di Untan, tapi Alhamdulillah tepat 26 Oktober 2017 bise diwisuda, bagi saye nih hadiah lahiran yang terbaek lah, dan hadiah bagi orang tua.
-
Owh iye Alhamdulillah juga kuliah nih tadak gak bebankan orang tua, soale waktu awal2 mang mau daftar untan orang tua agak bingungkan biaye kuliah, kemudian saye buat perjanjian, mereka cukup bayarkan daftar awal jak waktu tuh kalau tak salah 2 jutaan, nah sisanye macam SPP dll pandai yak saye nyari (nih bener agak sombong, soale tak tau nak kerje ape waktu tuh hehe), tapi Alhamdulillah gak pas habis ospek name saye dipanggil dan di suruh ngurus Bidik Misi Tahap 2, nah Bidik Misi nih beasiswa yang kite tak perlu bayar apa2 kekampus, bahkan kite dikasih uang bulanan, mang Allah ngasih jalan terbaeklah buat kite, asal kite pandai bersyukur jak lah dan optimis.
-
Nah di hampir 6 tahun kuliah saye tak sia-siakan kesempatan nih, bukan cuman kuliah-kuliah jak, kalau kuliah jak mungkin saye tak sampe 4 tahun dah lulos, tapi saye juga same kayak sekolah semangat melibatka diri di organisasi-organisasi kampus di antaranya nih waktu awal-awal saye gabung di Lembaga Dakwah Kampus namenye Iqtishod nih karena sebelumnya juga saye dah aktif di Remaja Mujahidin, disini sampe saye jabat sebagai Sekretaris Umum, selain itu ade gak saye sempat ikut Himpunan Mahasiswa (HIMEPA), ikut KAMMI, kemudian tak lama dikasih amanah sebagai Wakil Presiden Mahsiswaa Fakultas Ekonomi (ginik-ginik pernah wapres hahaha), pasca tuh ikut gak di FSLDK, kemudian bersama kawan-kawan laen dirikan Forum Mahasiswa Desa namanya FKM Teluk Nibung, dikasih amanah sebagai Ketua Umum Pertama (baca juga: FORUM KOMUNIKASI MAHASISWA (FKM) DESA TELUK NIBUNG BATU AMPAR)
, terus ikut ape agik ye?, lupa dah saye haha..
-
Alhamdulillah dulu waktu sekolah pernah kerja gak, ye sambil-sambil lah nyari pengalaman, pernah jadi pelayan sampai sekarang jadi tukang ngomong hahaha.
Owh ye kalau pengen tau di Pontianak saye tinggal dimane, saye nih tinggal di 28 oktober (agak pas-pas sikit kan? lahir 26 tinggal 28 oktober wkwkwkw).
-
Sekarang agik dikasih amanah sebagai ketua Pemuda Mujahidin Kalbar, sebelumnye sebagai Ketua Remaja Mujahidin.
dan Mohon doanya agik berjuang untuk naik ke DPRD Kubu Raya (eh ini serius, siape tau jadi kan?), intinye bagi saye punye prinsip "Sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang lain, dan sebaik-baik manfaat adalah yang terus berlanjut", pasca ini nak kemane?, saye masih ade cita-cita untuk melanjutkan S2 Ekonomi Islam, Alhamdulillah sekarang sih dah mulai belajar ngajar Mahasiswa, oleh karena mohon pada para pembaca doanya ya..hehehe
-
Owh iye cukop sampe sinik yak dulu ye kenalan kite?, kalau ade yang yang nak nanya sile lah di komentar, atau nanti kalau kamek pengin nulis agek saye tulis lah In sya Allah.



Monday, December 18, 2017

Catatan Pulang Kampung - Batu Ampar, Kubu Raya



Jumat, 8 Desember 2017 - Tidak seperti pagi-pagi sebelumnya, pagi ini saya harus bersiap dengan persiapan seperlunya mulai dari menyiapkan pakaian ganti dan barang-barang yang perlu di bawa.
Yaa, hari ini saya akan melakukan perjalanan panjang menuju kampung halaman, seperti biasa untuk perjalanan pulang kampung sengaja saya menggunakan Motor Klotok agar saya bisa melihat-lihat perkembangan Daerah-Daerah tepian Sungai yang saya lewati, sekaligus menikmati sajian keindahan Alam (karena sudah lama tak pulang kampung hehe, walaupun itu-itu saja..), selain juga untuk menghemat biaya, hehe, maklum pulang kampung dengan biaya pas-pasan, tarifnya standar hari-hari biasa, hanya 60 ribu sekali perjalanan untuk satu orang, jika membawa kendaran roda dua tarifnya sama dengan orang. Berbeda jika pulangnya tepat di hari liburan biayanya bisa lebih mahal. Sebelum pukul 8 saya harus sudah berangkat menuju Rasau Jaya selain khawatir ketinggalan Motor Klotok yang berangkat jam 10 pagi, juga karena ada beberapa urusan yang harus di selesaikan, sekitar pukul 9.35 saya sudah tiba di Pelabuhan KTM Rasau Jaya, owh iya fyi.KTM adalah kepanjangan dari Kota Terpadu Mandiri untuk maksudnya bisa di baca di sini..


Okeh kita lanjutkan ya, saya langsung menuju pelabuhan, dan membeli tiket Motor Klotok yang di jaga oleh perempuan, lokasi penjualan tiket tidak begitu sulit di temukan, karena posisinya berdekatan dengan Motor Klotok yang di tambatkan, nah ini contoh tiketnya..



Setelah saya membeli tiket saya memasukan barang-barang ke dalam Motor Klotok, hati-hati ya jangan sampai salah Motor, karena selain Motor Kolotok menuju Batu Ampar ada juga motor klotok menuju daerah lain selain Batu Ampar seperti padang tikar, dll. Kalau udah salah naik, bisa panjang urusannya, pastikan dengan penjual tiket kapal yang mesti kita naiki.

Nah setelelah saya memasukan barang-barang yang saya bawa, saya kembali keluar dan mencari lokasi penitipan sepeda motor yang saya bawa, karena memang niatnya tidak bawa sepeda motor jadi cukup di titipkan. Tempat penitipannya juga tersedia banyak sebelum masuk pelabuhan, biayaanya 5 Ribu Rupiah satu Hari, karena niatan saya dari tgl 8-12 maka hanya 5 hari sepeda motor saya titipkan, nanti kita di beri tanda bukti penitipan untuk mengambil sepeda motor kita jika sudah kembali, bentuknya seperti ini.





Biasanya sih setiap tempat penitipan berbeda cara, ada yang menggunakan tanda bukti ada yang tidak, so.. cari ajah tempat penitipan yang ada tanda buktinya, biar lebih aman.
Nah setelah saya menitipkan kendaraan, -owh iya kunci motor tetap di bawa ya-, nah saya langsung menujulu Motor Klotok, sebelumnya jangan lupa beli perbekalan secukupnya,biar gak kelaparan dimotor,maklum perjalanan jauh.
Sambil menunggu motor klotok berangkat bisa juga menikmati keindahan Rasau Jaya, tapi jangan jauh-jauh, saya juga sempat mrngabadikan beberapa moment yang rutin di pelabuhan..
Ini dia..








Nah kalau gambar yang pertama itu Motor Klotok yang tertambat di dermaga/ pelabuhan, nah motor yang akan saya tumpangi yang sebelah kanan atau yang kedua dari dermaga.
Kalau gambar kedua itu suasana pemberhentian Speed Boat, sebenernya, kalau mau cepat menuju Batu Ampar bisa menggunakan Speed Boat, seperti yang di gambar, hanya 2 jam lebih sudah sampai di Batu Ampar, hanya saja makin cepat makin mahal, biayanya untuk sekarang saya kurang tau, tapi kisarannya 100-120.000/ orang.
Berbeda dengan Motor Klotok lama perjalanannya bisa 6 Jam, tapi ya biayanya bisa lebih murah.
Tapi ada sebagian yang berpendapat bahwa lebih enak pake Seed Boat karena bisa lebih cepat, kembali lagi tergantung orangnya juga dan uangnya, karena saya uangnya pas-pas an ya pake klotok hehe.
Okelah Jam 10 pun tiba, tanpa menunggu lama Motor telah lepas dari tambatan dan memulai perjalanan..
Di sepanjang perjalanan kita akan menikmati sajian pemandangan seperti ini.

Nah Motor Klotok biasanya berhenti di beberapa Dermaga yang berada di tepian sungai untuk menaikan dan menurunkan penumpang, dermaga-dermaga ini milik kecamatan/desa-desa yang di lewati kapal di Kubu Raya.

Nah inilah dia salah satu tujuan saya mengamati perkembangan daerah-daerah yang di lewati, salah satunya adalah Dermaga, terakhir ketika saya pulang kampung masih terbuat dari kayu dan papan, sekarang hampir beberapa dermaga yang kami singgahi sudah menggunakan beton.
Selain itu karen kondisi curah hujan yang cukup tingi di tambah dengan Air pasang, Air Sungai mulai naik dan menggenangi pelataran-pelataran rumah warga, semoga saja tetap aman.
Perjalanan pun kami lanjutkan hingga sampailah kami di daerah Kubu, nah di daerah ini Motor Klotok berhenti cukup lama, sehingga kita bisa berbelanja makanan atau minuman jika kita sudah kehabisan perbekalan, sampai di Kubu sekitar 2 jam perjalanan, uniknya, di Kubu sebenarnya kita gak perlu repot-repot turun dari Motor karena sudah ada Anak-anak muda yang membawa barang jualan memasuki kapal dan langsung menawarkan ke kita, tapi tentunya ada harga lebih yang harus di bayarkan di banding dengan langsung membelinya ditoko, sempatkan saja untuk turun dan melihat-lihat daerah Kubu sebagai salah satu kecamatan di Kubu Raya, tapi jangan sampai keluar dari Wilayah Dermaga, karena waktu Motor Klotok biasanya hanya 15-20 menit berhenti.
Nah lanjut, kemudian Motor Klotok pun melanjutkan perjalanannya dan selang beberapa jam sampailah di Muara Kubu biasa kami menyebut daerah ini Olak-Olak Kubu..
Suasananya kurang lebih seperti ini..





Disinlah batas antara daratan Kubu Raya dan wilayah-wilayah lain, karena di pisahkan oleh laut..



Nah ini yang buat saya ngeri, karena saat saya melewati gelombangnya cukup tinggi, jadi motor klotok terasa tergoncang-goncang, syukurnya motor klotok yang saya tumpangi ini cukup besar jadi gak begitu khawatir.
Nah disini kita bisa menikmati lagi pemandangan muara yang indah, saya juga melihat beberapa aktiftitas Kapal-kapal besar yang menarik Tongkang bermuatan tanah merah, katanya sih tanahnya mengandung mineral, salah satunya bauksit.
Disini juga kita bisa menikmati bukit-bukit dari kejauhan, sebenernya kalau mau lebih asyik bisa menikmatinya dari atas kapal, tapi saya lagi malas mau ke atas, panas.




Ada juga nih Jermal-jermal yang biasa di gunakan sebagai pondok untuk menangkap ikan atau udang-udang kecil, serta hasil laut lainnya.

Owh iya untuk yang baru pertama melakukan perjalanan jangan kaget juga ya, perjalanan panjang tentunya pengin BAB atau BAK, nah jangan khawatir di Motor Klotok juga ada Jambannya tapi jangan mengharapkan jamban yang sama seperti di rumah ya..

Tapi nikmatin saja, jangan di tahan-tahan dari pada sakit, hehe.
Selain itu kita bisa menikmati pemandangan dari belakang kapal, eits.. bukan pemandangan jamban ya hehe..

Perjalanan pun di lanjutkan dan kembali memasuki aliran sungai, berbeda dengan sebelumnya untuk yang sekarang kita lewati, tidak ada lagi dermaga-dermaga yang perlu di singgahi.
Nah setelah dari sinilah kita akan langsung menuju Dermaga Batu Ampar.
-
-
Nah karena perjalanan masih panjang menuju Batu Ampar, sekarang sudah pukul 2.40 masih kurang lebih 1,5 jam lagi, saya mau menggambarkan sedikit kondisi dan suasana di dalam Motor Klotok.
Untuk hari ini karena bukan hari libur Motor yang saya tumpangi sangat sepi hanya ada 20 an penumpang, yang banyak itu adalah barang-barang bawaan penumpang, karena ada beberapa penumpang yang membawa barang dagangan.


Nah aktifitasnya beragam, ada yang hanya duduk-duduk melamun sambil menikmati pemandangan, atau tidur.


Selain itu untuk keamanan sendiri saya hanya melihat beberapa karet pelampung tanpa melihat baju pelampung, saya kurang tau apa mungkin di simpan di tempat lain.
Sangat di sayangkan sih kalau misal untuk kapal yang biasanya ramai dengan penumpang sedikit menyiapkan alat keselamatan.


Melihat beberapa waktu ini sering terjadi kecelakaan transportasi air.
Selain itu juga saya dari dulu hinga sekarang tidak pernah melihat Motor Klotok yang menyediakan tempat sampah, sehingga penumpang membuang Sampah mulai dari bungkus Nasi, Plastik Dll ke Sungai, sangat di sayangkan.
Saya sempat terpikir, atau mungkin yang mrmbaca tulisan saya membuat program tempat sampah untuk Motor Klotok, jadi menyediakan tempat sampah di Motor, kemudian setiap Motor Klotok berlabuh sampahnya langsung di buang ke tempat pembuangan sampah yang terdapat di Dermaga-dermaga, untuk tempat pembuangan sampah di dermaga bisa di buatkan swadaya masyarakat atau juga bisa melalui Pemerintah Daerah, sehingga akan terbangun kesadaran pengguna Transportasi Air untuk menjaga sungai yang di laluinya, apa perlu nunggu saya jadi Kepada Daerah!! ( ekpresi kesal ðŸ˜¬)
Semoga deh segera jadi perhatian, jangan sampai Sungai tidak bisa di lalui karena menumpuknya sampah, Naudzubillah.
Okeh cool down,huffhhhhh.....hehe.
Nah buat yang pertama naik Motor Klotok untuk tempat duduknya bisa di tempat yang nyaman kok kayak gini..

Tapi jangan menyamakan seperti di kapal-kapal mewah, hehe... Bisa juga baring-baring dibawah.
Owh iya kalau khawatir Handphonenya ngedrop atau butuh sumber listrik In sya Allah sudah tersedia di Kapal, akan hidup sepanjang perjalanan ini (lirik lagu ðŸ˜“)

Untungnya hari ini karena sepi jadi bebas beraktifitas, mau baring, berdiri duduk dll, berbeda dengan suasan saat liburan, jangakan untuk meluruskan kakinya saat duduk, berpindah posisi saja sulit karena ramainya penumpang.
Selain itu suasana di dalam jika hendak berbincang-bincang Wajib mengeraskan suara atau harus saling berdekatan, karena suara Bissing yang di hasilkan mesin akan menyertai kita selama perjalanan, bahkan kadang masih terasa saat sudah keluar dari kapal.
Wajar saja karena mesin yang di gunakan mesin diesel yang cukup besar.


Perjalanan masih panjang,so santai saja dulu....
Owh iya untuk yang Muslim mungkin berniat melaksanakan Shalat Duhur di kapal, jika suasana sepi bisa juga melaksanakan di dalam kapal, tapi kalau ramai biasanya di atas(dek kapal).
Tapi saya sendiri lebih untuk menjamak Shalat Duhur dan Ashar, sebagai Rukhsoh (kemudahan) bagi yang sedang safar(perjalanan).
Owh iya untuk kecepatan Kapal saya kurang tau pasti berapa kisaran 30-40 KM/Jam, so bisa di itung ajah perjalananannya kalau 30 KM dengan waktu tempuh 6 Jam sekitar 180 KM.
Tapi kalau 40 KM sekitat 210 KM.
Sebenarnya bsa dengan jarak menggunakan Motor Klotok lebih singkat,yaitu menggunakan Motor Klotok tujuan Padang Tikar waktu tempuhnya hanya 4 Jam, dengan biaya yang lebih murah, saya kurang tau berapa karena saya belum pernah menggunakannya, kenapa bisa lebih cepat padahal menggunakan kapal jenis yang sama, karena setelah menyebrang lautan (olak-olak kubu) langsung menuju dermaga Padang Tikar, berbeda dengan saya Ke Batu Ampar setelah lautan harus masuk ke sungai lagi.
Lagi pula jika kita melalaui Padang Tikar pun, kita masih harus menempuh jalur darat sekitar 1 Jam jika cuaca bagus, bisa lebih 2 jam jika cuaca buruk,karena jalan darat yang di lalui beberapa masih tanah, mudah rusak saat hujan datang.
Fyi. Padang Tikar sebenarnya masih satu Kecamatan dengan Batu Ampar, sebutannya Desa Padang Tikar 1 dan 2, nah kalau Desa saya namanya Teluk Nibung, Desa yang ada Dermaganya namanya Desa Batu Ampar yang akan saya singgahi ini.
Perjalanan dari Dermaga Desa Batu Ampar menuju Desa saya (Teluk Nibung) sekitar 1 Jam menggunakan Sepeda Motor, bisa lebih cepat karena kondisi jalan sudah lebih bagus.
Buat yang mau ke Desa saya bisa menggunakan ojek yang ada di Batu Ampar biayanya saya kurang tau, karena saya jarang menggunakan ojek, dulu sekitar 50 ribu.
-
-
Sepertinya sebentar lagi saya akan sampai...

Karena dua Bukit ini sudah mulai nampak dari kejauhan..
Walaupun masih jauh hehehe...
Kenapa saya yakin karena bukit yang pertama ada menara transmisi telekomunikasi yang berdiri.
-
-
Okeh saya sudah berada di Kap Motor Klotok, karena sudah Sore jadi lebih nyaman kalau kita keluar.





Nah beginilah suasana di atas Kap Kapal, so rekomended banget buat kamu yang pergi ke Batu Ampar atau Tempat lain menggunakan Motor Klotok untuk ke Kap Kapal, biar bisa melihat keindahan Alamnya..
Tapi jam-jam sore ya..
Nah ini bukit pertama sebelum sampai kr Dermaga Batu Ampar, bisa di lihat kan ada tower telekomunikasi.

Nah itu dia Batu Ampar mulai nampak dari kejauhan, yah suasana di sini memang bukit, kami tetap menyebutnya gunung walaupun belum masuk kriteria gunung.
Okeh sekian dulu ya, cerita kepulangan..
Kita sambung lagi dengan cerita-cerita yang akan datang.
Owh iya sebagai tambahan nih saya ada buat video dokumenter perjalanan menyusuri Sungai Kapuas menuju Kecamatan Batu Ampar.
Lengkapnya simak di sini:
"Pulang"

---++++--