Tuesday, May 2, 2017

Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya (Catatan Kecilku )

Pulau Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat



Batu Ampar Tempoe Doeloe

Batu ampar dulunya adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam kabupaten pontianak (sekarang mempawah) kemudian setelah terbentuk kabupaten Kubu Raya, Batu Ampar masuk kedalam salah satu kecamatannya terdiri dari beberapa desa di antaranya :Ambarawa · Batu Ampar · Muara Tiga · Nipah Panjang · Padang Tikar I · Padang Tikar II · Sumber Agung · Sungai Besar · Sungai Jawi · Sungai Kerawang · Tanjung Beringin ·Tanjung Harapan · Tasik Malaya · Teluk Nibung, Batu ampar  di tahun 90an Kecamatan Batu Ampar adalah sebuah daerah yang sangat terkenal hal ini karena hasil olahan hutannya, banyak di daerah Batu Ampar berdiri pabrik-pabrik pengelolaan Kayu, bahkan di Batu Ampar adalah sebuah tempat bersandar kapal-kapal dari negara lain yang mengangkut hasil kehutaan, Batu Ampar bagaikan Ibu kota sebuah provinsi, daerah yang menjadi tujuan para pekerja, ketika waktu (musim) kerja tiba banyak orang-orang dari daerah di luar Batu Ampar yang datang ke daerah ini bahkan ada yang dari luar pulau Kalimantan Barat, saat musim lebaran tiba, jika sekarang mudik itu adalah pulang ke kampung-kampung seperti batu Ampar tapi dulunya sebutan Mudik adalah mereka yang pulang (pergi) dari Batu Ampar menuju daerah-daerah seperti Rasau, Pontianak dll, hal ini karena banyaknya tenaga kerja dari luar wilayah Batu Ampar, selain itu kapal-kapal (kapal klotok) berukuran besar dengan jumlah banyak mengangkut para pekerja.

Berbeda dengan sekarang perkembangan Kecamatan Batu Ampar masih terus menggeliat tapi sektor yang ada sekarang bukan lagi kehutanan tapi lebih kepada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, ditengah geliat pembangunan Kecamatan Batu Ampar itu sendiri timbul berbagai masalah yang perliu di perhatiakan di antaranya:


1.Permasalahan Ekonomi
Pesisir Batu Ampar
Perkembangan ekonomi yang bergitu pesat menyebabkan kesenjangan sosial yang juga begitu nampak, diantaranya antar masyarakat pesisir dan masyarakat pertengahan (yang berpenghasilan sebagai nelayan dan perkebunan, pertanian serta perdagangan) sangat nampak sekali gap-gap perbedaanya, masyarakat pesisir (berprofesi sebagai nelayan) yang tinggal ditepian-tepian sungai kebanyakan mereka hidup berkecukupan bahkan ada beberapa yang rumahnya kurang terperhatikan, berbeda dengan mereka yang berpenghasilan sebagai pertani atau pedagang.

2.Sosial.
Kapal Berlabuh di Pelabuhan Batu Amapar
Perkembangan dan kemajuan zaman selain di perkotaan juga berpengaruh besar di daerah-daerah kecil serta pedalaman seperti kecamatan Batu Ampar, Batu Ampar yang mempunyai sejarah sebagai daerah tujuan pekerja-pekerja masih meninggalkan sedikit jejak-jejak kemajuan daerahnya jadi setiap ada perkembangan zaman maka Batu Ampar terus ikut berkembang, walaupun daerah ini jarak tempuhnya bisa mencapai 6 jam (menggunakan motor klotok) atau 2,5 jam (menggunakan Speed boat) serta hanya bisa di tempuh dengan jalur air, tapi perkembangan daerah ini dari segi sosialnya begitu tinggi, hal ini karena daerah ini sebagai daerah transit dari kabupaten lain seperti ketapang, kayong pontianak dll, selain itu daerah ini langsung berbatasan dengan laut lepas daerah Singapura, Sumatera dan Jawa, yang dulunya jalur ini selalu di lalui dan sebagai persinggahan kapal-kapal pengangkut kayu dari luar negeri.
Kondisi sosial yang tercermin dan paling nampak terjadi adalah pemudanya, penggunaan Narkoba begitu mengkhawatirkan, karena bukan hanya dewasa bahkan anak-anak juga menggunakan barang haram ini, dan bukan hanya narkoba tapi barang-barang yang mempunyai effect candu dan fly seperti (bensin, lem, obat batuk dll) sudah mereka gunakan, seperti beberapa desa di Kecamatan batu ampar yang pemudanya kedapaatan mengkonsumsi dan menjadi candu barang-barang ini, permasalah ini semakin besar karena masih dirasa kurangnya (terbatasnya) sosialisasi dari pihak terkait dikarenakan beberapa hal, jika di perkotaan banyak lembaga-lembaga yang melakukan pemahaman dan penangkalan tapi jika di daerah seperti di Batu Ampar, daerah yang sulit di jangkau, sangat sedikit yang peduli akan hal ini, hanya pihak-pihak secara swadaya dari desa dan pihak-pihak yang peduli yang mencoba menyelesaikan masalah ini, tapi hal ini di rasa masih kurang (belum cukup). Ada juga beberapa daerah yang masyarakatnya secara sadar mebentengi anak mudanya dengan berbagai aturan kemasyarakatan, sehingga mengurangi dampak dari permasalah ini. Selain permasalahan Narkoba juga permasalah pergaulan anak mudanya (tontonan) pornografi hampir menjerat anak muda kebanyakan di daerah ini, walaupun sebagian masih secara sembunyi-sembunyi,untuk setara sebuah kecamatan kondisi-kondisi seperti ini sangat memprihatinkan.

3.Pendidikan
Pendidikan memang sudah semestinya menjadi hal yang mendasar pembangunan sebuah daerah, di kecamatan Batu Ampar sendiri setiap desanya memiliki kurang lebih 5 SD, 2 SMP, dan 1 SMA.
Tapi ada beberapa deerah yang mereka tidak memiliki sekolah SMP/SMA sehingga mereka harus melanjutkan ke daerah-daerah lain (desa-desa lain) yang tiap desa berjarak 5-15 KM.
Selain itu tingkat kepedulian di desa-desa Kecamatan Batu Ampar memang semakin tahun semakin meningkat, tapi kesadaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi masih sangat minim, hal ini karena faktor perekonomian yang sebagian menganggap bahwa biaya pendidikan di perguruan tinggi sangat mahal, selain itu juga terkait dengan mindset (omongan/pemikiran) masyarakat, yang selalu menyamakan antara pendidikan SMA dengan yang kuliah, sama saja, mereka sama-sama hanya untuk kerja/pengangguran, atau setelah jadi sarjana ujung-ujungnya pulang Kampung dll, sehingga menjadikan Image Sarjana itu kurang manfaatnya bagi masyarakat, sehingga ada beberapa yang mereka tidak di izinkan melanjutkan ke perguruan tinggi, ada juga beberapa yang mereka memutuskan untuk bekerja menjadi (TKI) ke Malaysia atau menjadi tenaga kerja di persawitan yang ada di sekitaran kecamatan batu ampar.

4.Infrastruktur.
Tansportasi dari dan Ke arah Batu Ampar
Didukung dengan pertumbuhan ekonomi dan zaman yang terus berkembang tidak bisa di pungkiri pembanguna Infrastruktur di Kecamatan Batu Ampar juga ikut terdampak, tapi sayangnya hal ini masih dirasa begitu lambat, seperti Infrastruktur transportasi menuju ke Batu Ampar dari Pontianak yang juga masih terbatas dengan biaya yang cukup mahal, sekali jalan jika menggunakan kapal air (motor klotok) dengan jarak tempuh 5-6 jam harus mengeluarkan biaya per orang sebesar 55-60 ribu, belum lagi jika di tambah dengan kendaraannya juga di dengan biaya yang sama, jika di total sekali jalan  (PP) Bisa menghabiskan biaya 240 (orang+kendaraan). Sedangkan jika menggunakan Speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 2-3 Jam, harus mengeluarkan biaya sebesar 120 Ribu per orang, jika di total PP Sebesar 240 (hanya 1 orang), dan kendaraan-kendaraan ini hanya sampai di dermaga Batu Ampar, jika ingin memasuki daerah(desa) lain di Kecamatan Batu Ampar hanya bisa dilalui dengan kendaraan Roda dua.
Pantai di Batu Ampar
Untuk Infrastruktur Jalan sendiri ada beberapa Desa yang jalnnya sudah mulai di Aspal tapi tidak seberapa di bandingkan jalan-jalan penghubung ke Desa-Desa di kecamatan Batu Ampar, jalan yang di aspal hanya di pusat kecamatan , seperti di Desa Batu Ampar, dan Desa Padang Tikar, sedangkan desa-desa lain hanya di hubungkan dengan jalan menggunakan semen selebar 2-3 meter dengan kondisi beberapa jalan sudah rusak parah, bahkan ada beberapa desa yang infrastruktur jalannya masih tanah liat, seperti jalan darat dari Nipah Panjang menuju Desa Padang Tikar yang jika hujan maka jalan ini sangat sulit dilewati.
Infrsatruktur kesehatan sendiri tiap desa memiliki 1 puskesmas pembantu, tapi dirasa masih sangat kurang melihat kondisi jarak menuju puskesmas kecamatan yang sangat jauh, selain itu jika dalam kondisi Darurat (emergency) dan puskesmas kecamatan sudah tidak bisa menangan (karena fasilitas yang terbatas) maka harus dirujuku ke rumah sakit di pontianak, yang membutuhkan  waktu 2-3 jam perjalanan sehingga ada kondisi tertentu yang pasien terlambat di tangani dengan maksimal, belum lagi denganWilayah Kecamatan Batu Ampar yang luas selain darat juga ada beberapa desa yang hanya bisa terhubung melalui jalur Air.


Gunung Bungkuk salah satu gunung di Batu Ampar
Untuk Infrastruktur Penerangan (Listrik) sendiri di Kecamatan Batu Ampar khususnya di Desa-desanya beberapa waktu ini mulai menyala selama 24 Jam, namun ada beberapa desa yang hanya bisa merasakan listrik 12 jam.
Jaringan Komunikasi sendiri (telpon dan internet) di Desa-desa masih mengandalkan Jaringan Telkomsel, untuk jaringan di luar itu hanya bisa di dapatkan di pusat kecamatan.
Dari segi KAMTIBMAS (Kemanan dan Ketertiban Masyarakat) di Kecamatan Batu Ampar hanya ada 1 Polsek, dan jika ada sesuatu seperti kisruh antar masyarakat yang pernah terjadi sebelumnya-sebelumnya  karena di sebabkan kesalah pahaman (paling sering di sebabkan permainan sepak bola), maka tindakan masih dirasa lambat, karena harus menunggu pengiriman bantuan dari Polres yang bermarkas di mempawah.
Pelabuhan 1 KM ke laaut, Batu Amapar
Namun di balik semua itu Kecamatan Batu Ampar menyimpan berbagai sejarah masa kejayaan serta beberapa daerah yang bisa menjadi destinasi Wisata seperti daerah  Desa Batu Ampar yang dikelilingi dengan pegunungan, berbatasan dengan teluk nuri yang langsung berhubungan dengan laut lepas antara jawa, sumatera dan singapura, selain itu wisata alamnya seperti eko wisata mangrove yang beberapa waktu lalu di resmikan, di Desa Padang Tikar terdapat pelabuhan yang langsung menjorok ke laut sepanjang 1 KM, serta Pantai yang langsung menghadap ke Teluk Nuri dan masih banyak lagi,semua itu adalah aset Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. (Anggun Arianto)

7 comments:

  1. Luar Biasa... Terus Berkarya dengan Membudayakan Menulis!! Ajib Jiddan :-)

    ReplyDelete
  2. Mau tanya, kalau mau ke batu ampar pakai speedboat atau motor klotok, harus beli tiket dengan siapa ya? Boleh bagi kontaknya?

    Thanks

    ReplyDelete
  3. bisa pake motor klotok atau speed boat, langsung saja di rasau tiketnya bisa didapat..

    ReplyDelete
  4. Lestarikan Mangrove Kalbar ..
    https://posmusica.wordpress.com/2017/11/02/wisata-mangrove-mangroves-for-borneo/

    ReplyDelete