• Anggun Arianto, kenalan yok same admin Anak Rantau Batu Ampar.

    Haiii... Sahabat, kenalkan name saye Anggun Arianto, sering di panggil Anggun, tapi kadang biase pake nama Rian kalau pas agek siaran di Radio, saye lahir 25 tahun lalu tepatnya 26 Oktober 1992...

  • Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya (Catatan Kecilku )

    Pulau Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat Batu Ampar Tempoe Doeloe Batu ampar dulunya adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam kabupaten pontianak (sekarang mempawah) kemudian ....

  • Forum Mahasiswa di Kecamatan Batu Ampar

    Forum Komunikasi Mahasiswa atau di singkat FKM adalah sebuah Organisasi yang didirikan oleh Mahasiwa yang berasal dari Desa Teluk Nibung Kecamatan Batu Ampar, dimana Organisasi ini pada awalnya di Inisiasi oleh 10 Orang pendiri yang berkeingingan sama memberikan sesuatu yang lebih terhadap kampung halaman

  • Dari Langit Batu Ampar

    Daerah Kecamatan Batu Ampar adalah sebuah daerah Pegunungan Gambut, ketinggian Gunung atau bukit bervariasi.

  • Woww ternyata...Hutan Mangrove di Batu Ampar Satu Diantara yang Terlengkap di Dunia

    Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Hutan mangrove yang berada daerah pesisir Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, merupakan satu diantara jenis hutan mangrove yang terlengkap di dunia....

  • Batu Ampar dan Pesona Kecilnya Bagian 3

    Melihat Keindahan dan Eksotika sudut Batu Ampar.....

Wednesday, August 10, 2022

Telok Air dan Kumpai siap jadi Kecamatan!, masuk dalam Raperda Eksekutif DPRD Kubu Raya.


Kubu Raya (Selasa,9/08/22)- Setelah lama dinanti Rencana Pemekaran Kecamatan Batu Ampar akan terus berlanjut, hal ini dengan masuknya Kecamatan Teluk Air sebagai Salah satu ajuan RAPERDA EKSEKUTIF DPRD Kubu Raya.

Yang dibahas Rabu(10/08/2022) digedung DPRD Kubu Raya Oleh Team Pansus Raperda Inisiatif dan Raperda Eksekutif.

Paparan  Pansus Raperda Inisiatif & Raperda Eksekutif yang disampaikan Oleh Muhammad Amri selaku Ketua Pansus Raperda Inisiatif sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kubu Raya.

Ketua Pansus Raperda Inisiatif sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Kubu Raya dalam penyampaian RAPERDA Inisiatif.

Adapun RAPERDA Inisiatif yang lainnya dan akan di bahas oleh Pansus antara lain:

1. Tentang pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Diajukan PKS)

2. Pencegahan & Peningkatan Kualitas kumuh dan pemukiman kumuh  (Diajukan PKS)

3. Serta perlindungan dan penempatan tenaga kerja lokal ( Diajukan PKS)

Adapun Raperda Eksekutif yang akan di bahas nantinya :

1. Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten kepada PERUSDA Air Minum Tirta Raya

2. Pembentukan Kecamatan Kumpai Raya

3. Pembentukan kecamatan Teluk Air, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya.

Ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan Fungsi  Anggota DPRD yaitu Fungsi legislasi, selain Fungsi Anggaran dan Fungsi pengawasan.

(Spesial)

Friday, February 26, 2021

Memprihatinkan!! Jalan Lintas Desa di Pulau Padang Tikar (Padang Tikar-Batu Ampar) nyaris putus.

Batu Ampar (26/10/2021) - Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, adalah salah satu kecamatan terluar di Kabupaten Kubu Raya, berbatasan langsung dengan 3 Kabupaten yaitu Kayong, Ketapang, Sanggau.
Wilayah yang luas terpisah oleh sungai muara dan laut, menjadikan Wilayah Kecamatan Batu Ampar menjadi wilayah yang dalam perkembangannnya sangat perlu perhatian serius dari pemerintah.
Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dan segera mengambil kebijakan adalah ketersediaan infrastruktur yang layak, salah satunya jalan penghubung antar Desa. Pulau Padang Tikar adalah Pulau yang terpisah laut dikabupaten Kubu Raya, menjadi pusat kecamatan terdiri dari Desa Batu Ampar, Teluk Nibung, Nipah Panjang, Medan Mas, Padang tikar 2, dan beberapa Desa lain hingga ujungnya adalah Desa Tanjung Harapan.
Sebelumnya beberapa Desa ini jalur penghubungnya adalah jalan darat namun masih belum menggunakan semen/beton sehingga dimusim tertentu tidak bisa dilewati, sehingga Masyarakat hanya bisa menggunakan jalur Laut.
Beberapa tahun kemudian dimulai Proyek Pengembangan Jalan Penghubung antar Desa menggunakan Aspal, dan hal ini sangat membantu Masyarakat dalam melakukan aktifitas, serta berdampak positif terhadap perekonomian Masyarakat.
Sayangnya beberapa tahun kebelakangan kondisi Jalan yang dibangun ini mulai menampakan kerusakannya, seperti aspal yang mulai terkikis, jalan yang mulai terbelah, semak yang menutupi jalan, hingga yang paling terparah adalah terputusnya jalan dan jembatan penghubung.
Seperti yang sempat admin Rasakan dan tinjau langsung salah satunya putusnya jalan di Daerah Tanjung Api-Api Desa Nipah Panjang, dikarenakan Daerah ini berbatasan dan bersinggungan langsung dengan laut, sehingga gelombang laut menggerus tepian pantai hingga memakan badan jalan dan berdampak pada ambruknya jalan dan menyisakan lobang menganga yang cukup lebar.
Dari tinjauan Admin memang beberapa tindakan sudah dilakukan sementara salah satunya dengan menggunakan atau membangun jembatan sementara dari papan dan kayu, namun dikhawatirkan jika tidak ada penangan segera maka jembatan sementara juga akan cepat rusak.
Beberapa waktu lalu juga sempat diberi pemecah ombak menggunakan tumpukan pasir, namun belum mampu menahan ombak yang sangat kuat, sehingga tumpukan karung pasir ini ikut terbawa ombak.
Kondisi ini jika terus dibiarkan maka akan terus memakan badan jalan dan akan putus total, sehingga akses masyarakat kembali terhambat, yang berdampak pada pengembangan perekonomian dan pembangunan antar Desa, oleh karena itu perlu perhatian serius dari pemerintah setempat, seperti Pihak Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, karena jalan ini adalah jalan satu2nya jalur darat penghubung antar Desa di Kecamatan Batu Ampar, Pulau Padang Tikar.
(By.Anggun Arianto, SE)

Sunday, February 14, 2021

Mangrove Batu Ampar, Hutan Mangrove Terbaik Se-Asia warisan yang harus dijaga

Potensi hutan di Kecamatan Batu Ampar kabupaten Kuburaya sangat tinggi. Sempat mengalami kejayaan masa lalu, dari sektor kayu, sehingga pelabuhan Teluk Air kerap menjadi pelabuhan kapal dari manca negara. Namun sekarang, kejayaan itu pupus sudah.
Mangrove di Provinsi Kalimantan Barat mendapat perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah hutan Mangrove yang terletak di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya yang mendapat predikat sebagai hutan Bakau terbaik dan terlengkap di dunia.

Hutan Mangrove Batu Ampar ini merupakan satu diantara hutan bakau yang terlengkap di dunia. Lebih dari 80 persen dari total jenis Mangrove yang ada di dunia, berada di Batu Ampar.

Terlebih di dalamnya terdapat habitat Flora dan Fauna yang langka seperti Elang Laut, Burung Madu, Burung Paruh Sendok, Pesut, Bekantan, Kucing Bakau, Ular Pohon, Ikan Tiris, Udang Windu, Udang Pistol, Kepiting Tarung, Kepiting Pemanjat, Ubur-Ubur lumba lumba dan banyak lagi hewan laut lainnya. 

Selain itu juga terdapat banyak jenis pohon Bakau diantaranya Bakau Sejati, Bakau Nipah, Bakau Nyirih, Bakau Minyak, Bakau Tanduk, Bakau Putih, Bakau Akik, Bakau Kacang, Bakau Semangi, Bakau Tanjung, Api-Api, dan aneka bakau lainnya.

Masyarakat setempat secara turun temurun mengelola dan memanfaatkan Hutan Mangrove untuk bertahan hidup, seperti menjadikan Hutan Mangrove sebagai benteng penahan abrasi dan intrusi air laut sehingga keberadaan masyarakat dan ekosistem tetap terjaga.
Oleh: 
Muhammad Israq

Postingan asli: 
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=536411797321636&id=100028584614528

Habis Corona Terbitlah Asap Kebakaran Lahan dan Hutan

Kubu Raya (15/02/2021) - Belum usai pendemi Corona, kini Masyarakat bersiap dihadapkan dengan bencana Kabut Asap akibat kebakaran lahan dan Hutan.
Pantauan pagi ini sekitar pukul 5.30-6.30 disalah satu Wilayah Kubu Raya tepatnya Daerah Kuala-Rasau jaya, kabut Asap sudah mulai menutup pemandangan, bahkan jarak pandang hanya berkisar 150-300 meter.
Hal ini sangat mengkhwatirkan karena sudah hampir beberapa minggu Hujan juga tidak kunjung turun, sedangkan beberapa Wilayah di Kubu Raya mempunyai lahan yang sangat mudah terbakar.
Jika kebakaran Lahan dan Hutan tidak segera di atasi kabut asap akan semakin parah seperti 2 tahun lalu, dan hal ini akan mengganggu aktifitas Masyarakat, sedangkan Masyarakat masih menghadapi pendemi Corona.
Harapannya semua pihak memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini, bagi Pemerintah dan Pihak terkait harus serius menangani dan menindak pelaku pembakar hutan dan lahan, utamanya dari korporasi.
Serta dalam penangannya harus belajar dari penanganan-penangan tahun lalu, jangan sampai terjadi seperti kekurangab air untuk pemadaman dan lain-lain.
Sedangkan Masyarakat juga diharapkan mendukung upaya pengurangan bahkan menghilangkan kebakaran Hutan dan Lahan dengan tidak melakukan tindakan pembakaran Hutan dan Lahan dengan sengaja untuk perkebunan atau pertanian, jika pun terpaksa harus berkordinasi dengan pihak kepolisian atau Pihak Desa, serta memeperhatikan waktu dalam melakukan pembersihan lahan perkebunannya.
Jika semua pihak paham dan menahan diri, maka bencana kabut asap akan dilewati.
(Anggun Arianto, SE.)



Sunday, January 31, 2021

Menanti Perbaikan Jalan Kuala - Rasau

Jalan adalah sarana utama dalam mendukung mobilitas Masyarakat, selain itu juga jalan adalah fasilitas penunjang perekonomian suatu daerah.

Apa jadinya jika jalan yang semestinya tersedia secara layak justru sebaliknya. Seperti jalan Kuala-Rasau Kabupaten Kubu Raya yang sudah setahun lebih Rusak parah, kerusakan terjadi mulai dari Tugu Selamat Datang di KTM Rasau Jaya hingga jembatan Sekunder C atau Batas Rasau Jaya 1 dan Rasau Jaya Umum.

Kerusakan jalan mulai dari Jalan Bergelombang, Lobang, berkerikil dan berdebu saat musim panas hingga adanya Genangan Air saat musim hujan bahkan parahnya di waktu tertentu Aliran Air mengalir melewati jalan ini.

Kondisi ini diperparah dengan kendaraan tonase besar yang lalu lalang melalui jalan ini, membuat jalan menjadi semakin Rusak.

Tidak bisa dipungkiri kendaraan tonase besar melalui jalan Kuala-Rasau karena memang salah satu akses terdekat menuju Dermaga Rasau Jaya dari Pontianak  menuju beberapa Daerah di Wilayah Kal-Bar.

Saya sendiri sering melalui jalan Rasau-Kuala dan merasakan secara langsung derita melewati jalan Kuala-Rasau, bahkan beberapa kali pernah terjadi kecelakaan dikarenakan kerusakan jalan yang terjadi.

Yang di khawatirkan saat melewati jalan Kuala-Rasau saat berkendara dibelakang atau berpapasan langsung dengan Kendaraan Besar, kadang kendaraan ini sampai miring kekanan dan kekiri akibat menghindari jalan yang rusak.

Dari info yang didapat bahwa Jalan Kuala-Rasau termasuk jalan Propinsi sehingga untuk perbaikan jalan perlu ada kebijakan dari pemerintah Propinsi KalBar, Sementara itu Bupati Kubu Raya juga perlu terus menyampaikan dan mendesak Pemerintah Propinsi KalBar untuk segera mengeluarkan Kebijakan Perbaikan Jalan Kuala-Rasau secara Permanen dan Berkualitas sehingga Jalan Kuala Rasau bisa menjadi penunjang Peningkatan Perekonomian di Wilayah Kal-Bar serta Penunjang Keselamatan Masyarakat yang sering melalui jalanan Kuala-Rasau.





Wednesday, December 30, 2020

Selamat!! Gedung Baru Kantor Desa Teluk Nibung telah diResmikan


Desa Teluk Nibung Kecamatan Batu Ampar adalah salah satu Desa yang beberapa tahun kebelakang melakukan  pembangunan dari sisi fisik, sosial dan ekonomi kemasyarakatan.

Tepat hari ini (Kamis 31 Desember 2020) dalam rangka Haul Desa Teluk Nibung yang ke 86 Desa Teluk Nibung, diresmikan Gedung Kantor Desa Teluk Nibung yang baru.


Gedung yang mulai pembangunan di Awal 2020 akhirnya diresmikan dan siap di tempati untuk menjadi sarana pendukung pelayanan dan Pembangunan Desa.

Anggun Arianto

(Warga dan Pemuda Desa Teluk Nibung)




Thursday, December 24, 2020

Miris!! Jalan Kuala-Rasau Akhirnya menelan Korban


Jalan Poros dari Arah Pontianak Menuju Rasau Jaya atau sebaliknya, tidak seluruhnya sebagus yang orang fikirkan, sebagain jalan rusak parah, mulai dari bergelombang, berlubang, berkerikil hingga beberapa ruas jalan jika musim hujan akan tergenang sampai aliran air mengalir melalui jalan.



Sedangkan jalan Rasau adalah akses satu2nya menuju dermag Rasau dimana terdapat pelabuhan menuju ke beberapa Daerah di Kal-Bar seperti Kayong dan Ketapang, banyak lalu lalang kendaraan kecil hingga besar mulai dari roda dua hingga truk2 pengangkut barang.

Kerusakan jalan yang sangat parah  dirasakan Masyarakat sudah hampir setahun, dan hingga info ini diturunkan belum ada info akan adanya perbaikan jalan yang layak. 

Pagi ini saja Rabu, 25 Desember 2020 jalan yang bergelombang sudah menelan korban, seorang ibu-ibu  yang mengalami kecelakaan tunggal, dikarenakan menghindari gelombang dan lobang, beberapa waktu lalu juga pernah terjadi kecelakaan yang sama.

Kondisi ini perlu perhatian serius dari pihak terkait baik Pemkab hingga Pemda untuk melakukan perbaikan jalan Poros Rasau-kuala secara permanen dengan kualitas yang baik.

Salah satu Nitizen menulis komentar di Grup Rasau Jaya Informasi "Mohon maaf kepada seluruh Masyarakat kalau Pemkab kubu raya tidak bisa memperbaiki jalan Rasau, sebab statusnya adalah jalan profinsi, pemkab terus berupay mengusulkan semoga profinsi segera dapat melakukan langkah terbaik untuk jalan Rasau"

Sangat disayangkan jika jalan Utama ini dibiarkan begitu saja sedangkan jalan ini menjadi jalan pendukung Roda perekenomian ke beberapa Daerah di Kal-Bar.