• Anggun Arianto, kenalan yok same admin Anak Rantau Batu Ampar.

    Haiii... Sahabat, kenalkan name saye Anggun Arianto, sering di panggil Anggun, tapi kadang biase pake nama Rian kalau pas agek siaran di Radio, saye lahir 25 tahun lalu tepatnya 26 Oktober 1992...

  • Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya (Catatan Kecilku )

    Pulau Batu Ampar, Kubu Raya, Kalimantan Barat Batu Ampar Tempoe Doeloe Batu ampar dulunya adalah sebuah kecamatan yang tergabung dalam kabupaten pontianak (sekarang mempawah) kemudian ....

  • Forum Mahasiswa di Kecamatan Batu Ampar

    Forum Komunikasi Mahasiswa atau di singkat FKM adalah sebuah Organisasi yang didirikan oleh Mahasiwa yang berasal dari Desa Teluk Nibung Kecamatan Batu Ampar, dimana Organisasi ini pada awalnya di Inisiasi oleh 10 Orang pendiri yang berkeingingan sama memberikan sesuatu yang lebih terhadap kampung halaman

  • Dari Langit Batu Ampar

    Daerah Kecamatan Batu Ampar adalah sebuah daerah Pegunungan Gambut, ketinggian Gunung atau bukit bervariasi.

  • Woww ternyata...Hutan Mangrove di Batu Ampar Satu Diantara yang Terlengkap di Dunia

    Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Hutan mangrove yang berada daerah pesisir Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, merupakan satu diantara jenis hutan mangrove yang terlengkap di dunia....

  • Batu Ampar dan Pesona Kecilnya Bagian 3

    Melihat Keindahan dan Eksotika sudut Batu Ampar.....

Showing posts with label Forum Anak Desa. Show all posts
Showing posts with label Forum Anak Desa. Show all posts

Wednesday, December 12, 2018

Pasca Rapat Gabungan DISPERINDAG, Pengusaha dan Petani Kopera, hasilnya mengecewakan!!!

 Aliansi Anak Petani Kopera (12/12/2018) - Pertemuan yang dilangsungkan dalam rangka mencari solusi terkait murahnya harga Kelapa/Kopera belum menghasilkan keputusan yang memuaskan, pasalnya rapat yang tidak langsung dipimpin Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian itu belum bisa mencapai kesepakatan antara Perusahaan, Pemerintah dan Petani untuk bisa menaikan harga kelapa yang dirasa sangat merugikan semua Pihak.
Berlangsung diruang rapat DISPERINDAGKOP Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu (12/12/2018) dimulai dengan penjelasan dari Perusahaan yang hadir, mereka menjelaskan kenapa Harga kelapa/kopera bisa turun:
  1. Turunnya Harga minyak kelapa Global yang ditentukan oleh Belanda.
  2. India dan beberapa negara Asia produsen minyak kelapa mulai kembali menguasai pasar dengan Jalur pemasaran lebih dekat dan murah.
  3. Adanya Pajak yang dikenakan pemerintah kepada perusahaan sehingga dengan terpaksa perusahaan memotong dari harga beli kelapa/ kopera masyarakat.
  4. Untuk Faktor menurunnya harga Kelapa Bulat Karena diawal, yang banyak mengambil kelapa bulat adalah Tiongkok dengan harga yang tinggi, kemudian Tiongkok sudah tidak ngambil kembali, beberapa perusahaan  merasa terbebani, karena tidak banyak perusahaan yang mengambil Kelapa Bulat.
Pada kesempatan itu Mahasiswa yang diwakilkan oleh Kandar dan Aliansi Anak Petani Kopera mengajukan Nota Kesepakatan agar penyelesaikan harga kopera bisa segera ditindak lanjuti,salah satu Isi Nota Kesepakatan adalah "Pemerintah dalam hal ini DISPERINDAGKOP Provinsi Kal-Bar siap mengusahakan naiknya harga kelapa sesuai dengan kebutuhan hidup Masyarakat, untuk Kelapa Bulat minimal Rp.1500, dan Kopera Rp.5000, sayangnya nota kesepakatan ini di tolak dengan alasan, tidak ada kewenangan dari Pemerintah dalam hal ini DISPERINDAGKOP Provinsi Kalimantan Barat.
Mereka menjanjikan dalam waktu dekat akan melakukan Inventarisir data untuk dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Barat, tapi sayangnya ketika diminta kepastian kapan bisa terealisasi mereka belum bisa memastikan.
Kekecewaan juga dilontarkan para pengusaha karena mereka khawatir jika semakin lama tidak diambil kebijakan salah satunya 'Pajak" maka banyak perusahaan akan berhenti produksi dan masyarakat kembali yang akan di rugikan.
Hal ini juga yang menjadi kekhawatiran Mahasiswa dan Aliansi Anak Petani Kelapa, jika Pemerintah tidak menyikapi serius dengan memberikan kebijakan jangka pendek dalam waktu sesegera mungkin maka dampak turunnya harga kelapa akan mempengaruhi Masyarakat (Petani kelapa) dan Perusahaan, imbasnya Roda perekonomian yang menunjang kehidupan ditengah Masyarakat akan hancur, karena banyak Masyarakat yang kehidupannya masih ditopang dengan Kelapa.
Perjuangan Mahasiswa dan Aliansi Anak Petani Kopera bersama dengan Petani Kopera akan terus mengawal dan melakukan usaha-usaha percepatan kenaikan harga Kelapa dan Kopera.
Sehingga di 2019 Petani Kopera bisa menghirup udara segar naiknya harga Kelapa/Kopera.
(AA)

Tuesday, December 11, 2018

Harapan Petani Kelapa masih ada, menyikapi surat DISPERINDAG Provinsi Kal-Bar.


Aliansi Anak Petan Kopera (11/12/2018) - Keresahan Masyarakat imbas dari turunnya harga hasil Kelapa (Kopera dan Kelapa Bulat) kini perlahan mulai terobati, pasalnya melalui Aliansi Anak Petani Kopera yang didukung pemerinta Kecamatan Batu Ampar dan Tokoh Masyarakat serta Petani Kopera terus bergerak menyuarakan keresahan Masyarakat Petani Kelapa.


Setelah beberapa pekan lalu mengadakan pertemuan singkat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menghasilkan kesepakatan akan diadakannya pertemuan lanjutan bersama dengan Pemerintah, Perusahaan dan Petani Kelapa yang dikawal dan didampingi Mahasiswa melalu BEM UNTAN dan Aliansi Anak Petani Kopera, akan segera terealisasikan.

Melalui surat Undangan no 510/2459/DPP-F yang ditandatangani oleh Kelapa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Muhammad Ridwan, SH.MH, akan mengadakan pertemuan pada Besok Rabu (12 Desember 2018) untuk bersama-sama membahas permasalahan harga Kopera serta mencari solusi agar petani dan pengusaha kelapa tidak di rugikan.

Dalam Pertemuan yang juga akan mengundang lebih kurang 21 CV. dan PT. penampung dan pengelola kelapa ini, nantinya beberapa tuntutan yang akan diajukan mewakili Masyarakat Petani Kelapa, adapun Poin-poin tuntutan itu adalah:
1. Menstabilkan harga kopra yang pro petani dan sesuai dengan harga kebutuhan pokok.
2. Menertibkan atau mengembalikan perekonomian rakyat Kalbar.
3. Laksanakan Undang Undang (UU) RI nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan masyarakat petani.
4. Memberikan edukasi dan regulasi kepada petani kelapa terkait pengelolaan hasil kelapa mulai dari isi kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa serta akan memastikan sistem pemsarannya.
5. Memberikan solusi yang konkrit terhadap perekonomian petani kelapa jika harga kelapa tidak sesuai dengan kebutuhan pokok dan kebutuhan biaya hidup petani.
Tentunya tuntutan ini akan menyesuaikan berdasarkan hasil diskusi yang akan dilaksanakan.

Berdasaarkan pengamatan masyarakat dibeberapa tempat harga Kelapa mulai perlahan naik walaupun belum sesuai dengan harapan Masyarakat, sebelumnya harga Kopera yang berkisar 2500 sekarang sudah mulai naik menjadi 2700-3100, sedangkan kelapa bulat masih tetap dikisaran 500-600/kilogram.
Jika dihitung secara umum, kuntungan masyarakat dengan harga sekarang hanya berkisar Rp.150.000 - Rp. 460.000 (Kopera/Kelapa Bulat) Perhektarenya.

Kedepannya BEM UNTAN dan Aliansi Anak Petani Kelapa akan terus mengawal dan menuntut Realisasi hasil keputusan pertemuan besok.

Dukung dan doakan agar harga kelapa bisa lebih baik lagi dibanding dengan harga sekarang.

Info: 08999613613 (Kandar/BEM UNTAN)

(Anggun Arianto)


Sunday, December 2, 2018

Seruan Aksi Bela Petani Kelapa!!!




Sabtu 1 Desember 2018 - Aliansi Anak Petani Kelapa.
Sejumlah elemen dan ormas beserta organisasi mahasiswa berkumpul dalam hal membahas anjloknya harga kopra. Khusunya harga kopra di Kalimantan barat.
Harga kopra Kalimantan barat yang dinilai meresahkan masyarakat sekitar 8 bulan belakangan ini juga menjadi polemik di kalangan anak Petani kopra.

Sehingga dengan adanya polemik tersebut terbentuk lah sebuah aliansi yang diberi nama "Aliansi Anak Petani Kopra".
Dalam pertemuan singkat itu banyak hal yang direncanakan oleh aliansi tersebut. Mulai dari solusi terkait anjloknya harga kopra, sampai dengan rencana audiensi dan tuntutan yang akan mreka bawa. kepemerintah bahkan pertemuan tersebut akan merencanakan aksi unjuk rasa yang akan mengajak dengan petani kopra di seluruh Kalbar.
Mereka menilai bahwa hari ini pemerintah atau elemen yang terkait tidak ada memberi kabar terhadap penyebab anjloknya harga kopra, sehingga masyarakat pun bingung langkah apa yang harus mreka ambil sedangkan sumber penghasilan mereka hanya dari kopra.
Berdasarkan pertemuan yang direncanakan itu, ada beberapa hasil yang nantinya akan mreka tindak lanjuti yaitu jadwal aksi unjuk rasa serta jadwal pertemuan berikutnya kepada seluruh ormas dan elemen masyarakat yang tergabung di aliansi tersebut untuk breefing terkait aksi.
Adapun tgl aksi yang mreka rencanakan ialah tgl 10 Desember 2018, dan breefing untuk persiapan aksi satu hari sebelum aksi berlangsung.
Rencana mreka aksi menuju kantor DPRD provinsi Kalimantan barat dilanjutkan ke kantor gubernur, agar mreka mendapatkan solusi yang konkrit.
Cp: 089618209620 Imran R

Saturday, July 28, 2018

Era Baru Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Desa Teluk Nibung Kecamatan Batu Ampar


Pontianak - Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Teluk Nibung sebagai salah satu wadah kegiatan mahasiswa Desa Teluk Nibung kembali melakukan Musyawarah Besar (MUBES) yang ke IV. Berlokasi dijalan Tanjung Raya 2 kegiatan ini dilaksanakan yang dihadiri beberapa anggota FKM. Teluk Nibung, Pengurus dan perwakilan Pendiri Forum ini. Adapun Point-point yang dihasilkan dari Mubes ini adalah:

  1. Laporan Kepengurusan Periode sebelumnya 2016-2018.
  2. Pembahasan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) dan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK).
  3. Pemilihan Ketua Baru dan Kepengurusa Periode 2018-2020 serta Dewan Penasehat.
Serah terima secara simbolis dari Ketua Lama Eko Arianto kepada Ketua Baru periode 2018-2020 Parsimin.
Beberapa poin terbaru dimana kepengurusan yang sebelumnya dalam 1 periode hanya 1 tahun kepengurusan, dimusyawarah ini disepakati kepengurusan selama 2 Tahun dalam 1 Periode.
Sedangkan dari hasil Musyawarah ini terpilih Parsimin (FKIP. FISIKA UNTAN 2017) sebagai Ketua periode 2018-2020 menggantikan Eko Arianto (F.Pertanian UNTAN 2015) yang telah menjabat selama 2 periode kepengurusan.

Baca Juga: Kegiatan Musyawarah Besar (MUBES) FKM.Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar Kubu Raya 2018

Dalam Mubes ini juga disepakati poin-poin rekomendasi agar FKM. Teluk Nibung lebih meningkatkan kontribusinya bagi Desa Teluk Nibung dan sekitarnya, salah satu poin penting rekomendasi adalah melaksankan program unggulan (Sosialisasi Pertanian, Sosialisasi Perguruan Tinggi, Pelaksanaan Hari Besar Islam, Training Organisasi Minimal 2 Kali dalam 1 Tahun kepengurusan, Dies Natalis FKM.Teluk Nibung)

Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Teluk Nibung sendiri telah hadir ditengah-tengah Masyarakat sejak 5 April 2013, dengan tujuan sebagai wadah silaturahim Mahasiwa yang berasal dari Desa Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, selama 5 tahun berdiri forum ini sendiri sudah mengalami 4 kali pergantian kepengurusan dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. (Anggun Arianto)

Wednesday, May 25, 2016

Seminar Perguruan Tinggi Forum Komunikasi Mahasiswa Teluk Nibung